Senin, 27 Agustus 2012

Apakah masih ada kebohongan di dalam saos botolan




Tanpa menyebut merk akankah kebohongan itu terus muncul, terus menghiasi sampul packaging produk, terus membohongi publik demi meraup keuntungan semata. Ane masih berfikir demikian walau tanpa riset yang benar-benar pasti (mohon untuk yang lebih tau agar melayangkan komentarnya dan bersedia meralat thread ini). Ane masih ingat gan ada beberapa kalimat dari para orangtua dan tetangga yang melarang ane untuk banyak-banyak makan saos ketika hendak membeli Bakso, lebih baik ane menuangkan sambal ulek katanya lebih ori (padahal ga tau jg itu sambel ulek di ulek dari minggu kapan abis warnanya horror gitu ahahaha)…WTF lah. Alasannya katanya “tau nggak” itu saos kan cara bikinnya gak karuan, 1 botol itu gak murni lah kalo cabe semua, katanya ada campuran ubi/ pepaya, yang mungkin jg buah2 tersebut dah gak layak konsumsi, makanya kelar makan kan ente pada mules. bayangin aja kalo 1 botol itu cabe semua bisa rugi produsennya dengan harga cabe yang lumayan mahal sedangkan 1 botol saus itu bisa murah. Belum lg warna nya yang memikat terkadang gak sesuai sama warna cabe itu sendiri, dan cara pembuatannya yang mirip eksekusi pembantaian yakuza ahaha main injek main pukul + fermentasi keringat-keringat yang bertetesan dari sang algojo.  Oooouuggghhh this is food man!!!!, no colosseum activity ahahaaahaaa.  Dan masih gak ngerti setelah gue melihat ingredients dalam kemasan produk tersebut yang ada tertera seperti:
*Cabai, Bawang putih, gula, garam, pati termodifikasi, cuka, pengawet natrium benzoat, natrium metabisulfit, mononatrium glutamat, inosinat guanilat 


 Hellllllooooowww….. Secara, orang kampung mana peduli sama tulisan berbahasa barat tersebut, ini untuk keren-kerenan atau untuk mengkomuflase memanipulasi keadaan/ menutupi kebohongan. Ane berfikir kok gak ada tulisan Ubi atau pepaya yah… kata nyokap saya: ya konsumen bisa berkurang donk, ahahaaaahaaa    
elegi turun temurun….

Rabu, 15 Agustus 2012

PITUNG Digital Art


"Si Pitung, Jago Betawi"


 
Awalnya cuma untuk memenuhi pesanan Divisi Souvenir " Prasasti", namun kemudian saya berfikir untuk menaruhnya di blog saya sendiri.
Waktu pembuatan males banget step Lighting, kelar cuma sampe step Shading... gpp dehh, Maju terus civitas2 seni Indonesia..... 





-Q- 




Jumat, 10 Agustus 2012

INDONESIAN TRENDING "ABSURD"


Indonesian Trending Absurd thread....versi gueee

sumpah GUE bete.... lihat beberapa temen2 kita gan... masih bingung juga sih, sebenernya cuma masalah persepsi "mau sehat apa sekedar gaul???"
beberapa bilang: gaul yang sehat,
atau sambil menyelam minum air kalee : mau sehat sekalian gaul,
atau juga Sehat VS GaOELLL (maksa2 pengen kliatan gaul walaupun harus merogoh kocek yang penting ekspektasi mereka bisa tercapai)
hahaha...
entahlah apa itu,, whatever!!!!

Trend yang mendoktrin spesies manusia indonesia kali ini ialah KAWAT/BEHEL yang di pasang di GIGI.
jadi ingat 1997-1998 album band /rif









ada salah satu single nya berjudul "jenny anak mami" yang lyricnya= " jeny.. jenny.. anak mami....jenny pake kawat gigi......".
Lagu ini jauh tercipta sebelum adanya trend Absurd ini.

Tapi animo Ababil dan seantero spesies2 yang menjalani trend ini pada waktu itu belum termotivasi,
entah mungkin lagu ini bukan single hits dari album ini, lagu ini hanya ada di urutan sekian dalam kasetnya.

#masihngerasaaneh,

GiGi kok di bikin trending....hadooohhhh....

apakah mereka pasang gituan karena kepingin seperti :




kemarin sempet lihat gue... gw mau tanya si Agan.. apa yang model begini enak di pandangnya...



gak nyaman kan.... hahaha

hahahahaha
yaudah siiih... next time apalagi yang mau di jadiin trending happening dari anatomi kita ini,, haha lucu,, dr yang dulu2 yah coba inget-inget deh mulai dari rambut: di pikok/di cat , warna kulit: di itemin/sunblock, kuku : di cat, alis & lidah : di tindik, etc .... hayoo.. hayooo.. apalagi besok nih bagian anatomi yang bakal agan2 korbankan menjadi trending... Gigi kok di bikin trend, di behel masih kurang.. di tato aja sekalianlah, lebih artistik kaleee.
sebetulnya mungkin sebuah trend 70-90% di datangkan dari Barat sana, include trend gigi ini, kalo di sana tuh yah masih terlihat pantas, cuma klo di negeri kita tuh terkadang bikin KONYOL... pernah kemarin tuh buka media social networking, ada beberapa foto seperti ini:



Konyolnya dmn.... gan, ini tuh foto tetangga ane yah.. piss gga???.... hahaa, konyolnya gini gan...
hahahahaa
ini tuh behel baru seminggu di pasang sama doi,cm kok foto profile FB, BBM nya malah jadi terlihat "senyum yang memaksa"..
sederhananya gini gan.. iyaaaaa taulah situ udah pasang BEHEL... cuma ga usah senyum2 maksa mulu kalo difoto... malah jadi kyk pamer, FREAK????hahaha


[ CURCOL ]*

Jumat, 20 Juli 2012

Tips Menentukan Harga Pekerjaan Graphic Design Freelancer

A. MENENTUKAN HARGA PEKERJAAN GRAPHIC DESIGNER FREELANCE

Menentukan harga desain merupakan hal yang paling sulit, hingga saat ini belum ada patokan yang pasti dalam menentukan harga karya desain. Hal ini menjadi dilemma para desainer grafis freelance, terutama bagi para pendatang baru. Banyak desainer grafis freelance kesulitan dalam negoisasi harga karyanya. Apakah dengan harga yang murah klien akan tetap menggunakan jasa anda? Polemik harga murah untuk mendapatkan proyek seringkali terjadi. Perusahaan terkadang menjanjikan akan memberikan pekerjaan berikutnya apabila Anda bersedia menerima pekerjaan pertama dengan harga yang murah.
Seorang Desainer grafis tentu memahami teknis pembuatan karya. Sulit atau mudahnya sebuah pekerjaan tetap harus memiliki harga. Beberapa desainer grafis akan memberikan paket-paket harga tertentu untuk karya desainnya. Harga karya sebuah animasi biasanya dihitung dari banyaknya frame yang digunakan, seorang desainer web akan memberikan harga desain web perhalaman, dan lain sebagainya. Berapa pun harga yang diberikan oleh desainer grafis freelance haruslah menguntungkan. Lalu, bagaimana dengan polemik mempertahankan klien dengan harga murah? Perlu diketahui bahwa Desain grafis juga perlu selektif dalam mendapatkan klien. Jangan terlalu memaksakan satu klien dengan harga yang murah karena harga yang anda berikan justru akan menjadi monoton. Anda harus bisa memberikan penjelasan logis kepada klien tentang harga yang Anda tawarkan.
Sebagai contoh, Anda meyakinkan klien tentang kualitas pekerjaan Anda, ketepatan waktu kerja, dan kemudahan komunikasi untuk menghubungi anda. Hal-hal demikian dapat membuat klien/calon klien Anda merasa yakin dan nyaman bekerjasama dengan Anda. Anda harus bisa menemukan konsep/ide yang kreatif sebagai alat jual diri. Jika Anda dapat meyakinkan perusahaan dengan memberikan beberapa konsep/ide desain untuk meningkatkan hasil perusahaan, biasanya perusahaan tersebut yakin bahwa harga tidak akan menjadi faktor penentu utama, artinya penawaran yang Anda berikan dapat terjadi tanpa tawar menawar. Tentu jika perusahaan merasa puas dan nyaman bekerja dengan Anda, maka tidak tertutup kemungkinan kerja sama selanjutnya dapat terjadi. Masing-masing Desainer grafis memiliki teknik tertentu untuk menentukan harga. Tidak ada rumusan yang tepat untuk menetukan harga sebuah ide/konsep sebuah karya desain. Berikut rumusan sederhana yang dapat membantu Anda dalam membuat perhitungan harga:

B. RUMUSAN PEKERJAAN

HP = (N X QH) + E + B + K

HP : Harga Pekerjaan desain
  N : Upah pekerjaan perhari
QH : Waktu yang dibutuhkan
E   : Faktor teknis
B   : Bahan yang dipakai
K   : Konsep/Ide desain

    Keterangan:

1. Upah pekerjaan perhari (N)
Sebelum mulai menghitung harga desain, seorang Desainer grafis harus paham berapa harga jam kerja yang harus dibayar. Harga jam kerja tiap desainer akan berbeda-beda tergantung jam terbang masing-masing. Misal, gaji rata-rata desainer muda yang bekerja dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore adalah : Rp 1.500.000 perbulan, maka upah perhari dengan 24 hari bekerja selama 7 jam kerja perhari adalah : 1.500.000/24 = Rp62.500/hari.

2. Waktu yang dibutuhkan (QH)
Jika ini merupakan proyek pertama anda, maka lama pengerjaan akan menentukan berapa lama Anda dapat mengerjakannya. Faktor lama pengerjaan bisa dating dari klien. Terkadang klien menginkan pekerjaan ini segera selesai. Namun perlu di pertimbangkan kemampuan Desainer. Latihan dan pengalaman dalam bidang desain aka sangat membantu.
Dari hasil briefing dengan klien dapat diketahui kesulitan apa yang nantinya akan dihadapi, higga perkiraan lamanya waktu pengerjaan. Biasanya Desainer grafis freelance tidak memiliki jam kerja yang jelas, namun perlu diperhatikan bahwa jam kerja yang tersusun dengan baik akan membuat seorang Desainer grafis lebih konsentrasi dalam bekerja. Sebagai contoh seorang desainer web dapat membuat website dinamis dalam waktu 4 hari dengan 7 jam kerja perhari. Jika dimungkinkan, mengingat masih adanya antrian pekerjaan yang lain, maka sebaiknya tambahkan waktu pekerjaan menjadi 5 sampai 6 hari. Komitmen waktu adalah hal yang sangat penting. Karena jika terlambat maka Desainer grafis akan kehilangan kesempatan untuk pekerjaan berikutnya.

3. Faktor teknis (E)
Faktor teknis merupakan biaya yang bersifat teknis, dapat ditambahakan ke dalam nilai sebuah desain. Nilai faktor ini bermacam-macam, tergantung dari jenis pekerjaan, situasi dan lainnya. Beberapa nilai lain yang dapat di tambahkan seperti beban listrik dan biaya kesehatan apabila pekerjaan ini beresiko menyebabkan sakit selama pengerjaannya. Jika bekerja secara offline tentu perlu juga dianggarkan pengeluaran untuk presentaasi desain. Disamping itu nilai lain yang dapat ditambahkan adalah jika terjadi revisi atau perubahan desain yang cukup banyak. Sebagai contoh, rata-rata besarnya pemakaina listrik perbulan adalah Rp 300.000, maka beban listrik perhari = Rp. 10.000.



4. Bahan yang di pakai (B)

Pekerjaan desainer grafis merupakan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi & ketenangan. Persiapkan seluruh bahan yang nantinya akan di pakai dalam pekerjaan, jika membutuhkan sesi pemotretan maka siapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan hal ini. Tiap project tentu berbeda tingkat kebutuhannya, jika seorang designer sedang mengerjakan proyek printing, maka pembuatan film percetak, dan lain sebagainya jangan lupa untuk di tambahkan.

5. Harga konsep desain (K)
Nilai ini merupakan hal yang sulit untuk di tentukan. Hingga saat ini belum ada kisaran harga untuk membayar ide seorang desainer grafis. Besarnya nilai ini tergantung dari masing-masing desainer. Namun, perlu diketahui bahwa ide ide kreatif bukanlah barang GRATIS. Sekalipun ide tersebut sangat sederhana. Tidak jarang desainer grafis freelance memberikan gratis untuk harga konsep hanya agar proyek diterima. Mulailah untuk menghargai konsep dan pemikiran. Karena dari sinilah harga jual seseorang desainer dapat di tentukan. Konsep yang gratis cenderung akan merusak harga pasar, yang berarti mematikan profesi dan kreatifitas sendiri.

6. Potongan harga
Secara garis besar tidak ada potongan harga untuk sebuah harga desain namun, strategi ini perlu di lakukan agar ada proses tawar menawar dengan calon klien. Calon klien akan merasa di untungkan jika seorang desainer memberikan potongan harga khusus. Cara ini dapat dilakukan selagi tidak merugikan. Jadikan potongan harga sebagai salah satu cara anda berkomunikasi untuk memberikan pelayanan yang baik kepada klien. Sebagai seorang desainer grafis profesional, tentu anda harus memiliki kode etik dalam menentukan harga.

C. SIMULASI PERHITUNGAN HARGA JUALNYA

Contoh kasus: sebuah perusahaan ingin membuat sebuah website, jumlah halaman yang diinginkan sebanyak 10 halaman. Pada halaman produk klien ingin menampilkan foto-foto produk yang di jual ke pemesan dan disediakan kolom pemesanan tersendiri. Berapakah harga yang akan di tawarkan?

Jawaban:
GUNAKAN RUMUS HP= (N X QH) + E + B + K
a.       Mengitung upah harian (N). Nilai ini bukan merupakan ketetapan umum, hanya sebagai asumsi nilai upah rata-rata. Dengan asumsi desainer pemula, di peroleh upah harian sebesar Rp. 62,500/hari
b.      Lama Pengerjaan (QH). Untuk kasus seperti diatas, dengan jumlah halaman yang cukup banyak di sertai dengan variasi desain, maka di asumsikan bahwa web ini dapat di kerjakan full time selama 10 hari kerja.
c.       Faktor Teknis (E). Dengan asumsi bahwa biaya listrik perhari Rp.10.000, maka beban listrik untuk sepuluh hari kerja ialah Rp 100.000. jika ada, hitung biaya presentasi perhari (tranportasi, pulsa dan lain-lain) sebesar Rp 20.000. biasanya di buat kesepakatan bahwa revisi hanya dapat di lakukan sebanyak 3 kali. Berarti 20.000X3 = Rp.60.000. maka, biaya faktor teknis adalah Rp 100.000=Rp60.000 = Rp. 160.000-
d.      Bahan yang dipakai (B). Jika saat kerja dibutuhkan pemotretan produk barang-barang yang aka di pajang di halaman web, maka biaya pemotretan, editing, serta biaya lainnya di asumsikan sebesar 1 juta rupiah jika kamera milik desainer. Namun, jika menyewa kamera maka anada dapat menambahkan biaya tersebut. Biaya paket hosting kira-kira sebesar Rp 400.000 dengan kapasitas 50 MB. Biaya lain, biaya ini antara lain adalah kertas etc. Biaya ini di anggarkan Rp 100.000 maka, besarnya biaya bahan yang terpakai adalah Rp 1000.000 + Rp 400.000 + Rp 100.000 = Rp 1.500.000-
e.      Biaya konsep desain (K), Dalam kasus ini, desainer menyerahkan konsep yang di miliki kepada pemilik perusahaan. Sehingga ia lebih leluasa dalam menentukan harga sebuah konsep.biaya yang di bebankan mulai dari pengajuan hingga diterimanya konsep. Di asumsikan bahwa harga konsep yang di miliki sebesar Rp. 2.000.000-

Dari Perhitungan ini, maka di peroleh harga penawaran terendah sebuah desain web adalah
(62.500X10) = 160.000 = 1.500.000 + 2.000.000 = Rp 4.285.000


 

Rabu, 16 Mei 2012

(Antara Akumulasi Keresahan, lirik menantang tiran, Barisan Nisan, Illsurrekshun, Dalam Balutan Surga Puritan/Neraka rakitan)

Hari ini serupa martir dalam ritme takdir yang mampir membunuh munir, legitimasi  tafsir apologi dendam kuasa serupa ruang sempit sipir.
Serupa masa lalu seolah berlalu dikubur dalam insomnia wujud Marsinah, Udin, ataupun Widji…
Atas nama bacot ideology komersialisasi….
Mendukung keagungan layaknya Heidegger mendukung Nazi
Oposisi kiri kanan yang sudah cukup basi
Mengatas namakan sumpah serapah kemakmuran…
Pengagungan mimpi alih derita surga utopi….
Satu tema tentang pengorbanan, tema lain tentang perut buncit logika kesejahteraan…
Moralitas semu pegangan kuat doktrin surga pembayaran darah sesama…
Semakin terpicu saat kau melaju dengan beat-beat yang kau katakan prosa tanpa tuhan….

Ini adalah monumen tengat kesabaran dan angkara
Satu barisan ribuan mimpi
Titik berangkat yang tak pernah dapat kami datangi kembali
Terbuang serupa fotokopian pamflet aksi di setiap perempatan
Harapan kami akan berakumulasi menyaingi nyalak senapan kalian!
Kami merayap dalam lamat menyaingi hantu-hantu pesakitan
Hingga waktu kalian mencapai tenggat Titipan angkara, mereka yang tak bisa lagi bersuara..
Ini muara seluruh arwah yang kehilangan nyawa
Dalam hitungan langkah kami akan isi angkasa
Dengan ribuan pekik yang sama saat kalian terbakar bersama bara
Terlalu kentara manuver mereka memplot penjara
Hukum, moral, kebebasan, batas surga dan neraka
Merancang kontrol bawah sadar serupa bius pariwara
Menjagai setiap inci palang pintu modal dengan tentara
Sebelum waktu yang banal jumud berkanal
Semua momen heroik yang tak pernah tercatat dalam tanggal
Biarkan mereka lafaz semua peringatan yang mereka hafal
Setiap ayat pasal karet pertahanan para tiran berpangkal
Kebebasan yang datang saat kau tak memiliki lagi harapan
Saat opsi tersisa adalah berdiri menantang para tiran
Saat momen terhidup dalam hidupmu, adalah memasang badan di tengah medan
Dan…
Sedikit membuka sejarah usang tentang Tema revolusi Ideologi bintang bulan sabit, kebenaran absolut bumi dan langit, atau mimpi utopi ala palu dan arit, atau juga rasisme ala sampit….
Salam Tai Kucing atas ideology brengsek yang selalu mengejek, meninggalkan logika berfikir ala kakek-kakek.
Harus tunduk dalam irama keseragaman berbaris dan menurut, dakwaan indoktrinasi nasionalisasi ala ABRI…
Atau Sisi lain mereka para penjaga stabilitas dengan melibas siapa saja, hanya karena membaca karya Albert Camus ….
Dan Siapa yang berfikiran beda harus mampus….
Kalau begitu simpan saja Konstitusi imajinatif yang hanya dibacakan dalam upacara tiang bendera tiap awal minggu dengan seragam berbaju….
Ketika hanya mempertanyakan kenapa banyak pembantaian….
Adalah sebuah desis sinis dalam balutan pengagungan kamus istilah pluralis ….
Kemudian yang tersisa adalah, nasionalis buta yang lambat laun menjelma ala nazi fasis ….
Berpraxis dalam tatanan-tatanan alam pemikiran idealis yang tidak lebih menjadi kepentingan-kepentingan opurtunis…
Dalam sakit menerima ranah diaklektika keidupan…
Serupa biksu Burma di hadapan moncong senapan
Serupa malam Januari yang menandai Chiapas

Serupa seruan Chavez di depan muka Amerika
Serupa tangan Intifadha yang melempar batu di Palestina
Serupa siklus ronta kota pasca Genoa
Serupa rudal Hizbullah di daerah pendudukan
Serupa kesabaran terakhir para buruh di palang pintu pabrik
Serupa panen terakhir para petani penggarap

Serupa tengat miskin kota di ujung penggusuran
Serupa pilihan terakhir Pasifik di hadapan ancaman pasar
Serupa harapan mereka yang tak bisa lagi berharap
Serupa pilihan terakhir keluarga korban kekerasan negara
Serupa rahim setiap ibu yang melahirkan para kombatan yang menantang setiap tiran di titik nadir perhitungan…
Dan…
Kami akan bangun kembali godam dari reruntuhan dan kerangka harapan
Keyakinan yang menyaingi semua manual langitan

Esok akan terlalu terlambat, hari ini atau tidak sama sekali!
Meski kalian coba bunuh kami berkali, kami akan lahir berkali bergenerasi
Harapan desis gunung pasir dan lautan yang menyapa setiap kawan
Dan menagih setiap jemari yang pernah menjanjikan kepalan
Untuk menggetarkan nyali para tiran!

Sebuah generasi baru untuk mengamini,
memanifestasikan dalam pengejawantahan satu teriakan

thanks to Homicide for Inspiration Lyric

MONOTON LIFE'S


 MONOTON LIFE'S

Baru terlintas di benak saya 9 feb 2011, kata "Monoton" tidak selamanya terdengar miring, kata yang sering di identikan dengan sesuatu yang kurang bagus, /kaku/tidak bervariatif. Ternyata, Monoton berubah menjadi salah satu kata yang bernada baik. Monoton jika musik terdengar, atau Monoton pada desain sebuah baju, adalah sesuatu yang tidak bagus didengar atau di lihat.
Tetapi Jika monoton pada \ salah satu bagian kehidupan ada baiknya juga, terbukti dengan adanya kekakuan pola hidup “yang begitu-gitu aja” akan mendatangkan keuntungan. Bila dimana anda mendapat penghasilan lebih dalam keseharian bekerja di suatu instansi/perusahaan, karena dengan adanya penerapan kemonotonan tersebut maka tak ada pengeluaran lebih untuk melangsungkan keseharian dalam kehidupan anda. Buktikanlah…
Thanks to Ancha Friendstorm for his ideas add inspiration in my writing